Keikhlasan

Pesta demokrasi untuk Indonesia hari ini telah digelar.. pesta demokrasi untuk pemilihan Presiden Indonesia untuk masa jabatan lima tahun kedepan. Dua pasang kandidat calon Presiden dan Wakil Presiden telah dilakukan pemilihan pagi hingga siang tadi. Sekarang pun masih dalam penghitungan surat suara hingga ditetapkan siapakah Presiden yang akan memimpin Negara ini lima tahun kedepan. Perhitungan quick count tengah berlangsung, yang menurut saya yang disiarkan dari media-media agak berbeda. Dari quick count di beberpa media, kubu nomor satu yang unggul, sedangkan di media lain kubu no dua yang lebih unggul. Bahkan tadi saya sempat mendengar bahwa pemilihan di luar negeri khususnya di Den Haag Capres nomor urut dua menang telak.

Mari sejenak tinggalkan perhitungan cepat hasil pemilihan Presiden dan Wakilnya untuk Indonesia. Ketika masa kampanye, marak sekali pemberitaan pemberitaan yang sedikit mengganggu. Baik berita buruk yang di sebar untuk menjatuhkan citra Capres dan Cawapres yang akan dipilih. Baik itu untuk nomor urut satu ataupun dua. Namaun, menurut saya yang berperang justrulah media-media yang berada dibalik kedua pasang Capres tersebut. Tapi itu sudah berlalu, saya tidak akan menulis tentang itu.

Tadi saya baru saja membaca sebuah tulisan yang justru membuat saya tercengan takjub, kok ada ya orang seperti ini.. yah walaupun di tulisan itu dikatakan salah satu Cawapres dikatakan melakukan suatu “kebodohan” dalam tindakannya. Cawapres itu yah sebut saja namanya Pak Prabowo. Tapi menurut saya justru apa yang dilakukan oleh pak Prabowo bukan sebuah “kebodohan” melainkan sebuah keikhlasan. Kenapa saya menyebutkan sebuah keikhlasan..

Berikut apa-apa saja yang dilakukan oleh Pak Prabowo

1. Diam saja saat dihina & difitnah oleh jendral2 tua, padahal bukan kau pelakunya.
2. Mendirikan asrama untuk pelatihan nelayan, peternak dan petani tapi tidak minta diekspos oleh media.
3. Membeli bisnis perusahaan kertas raksasa namun pailit yang berpotensi kerugian hingga 1 Trilyun hanya agar kerugian tidak ditanggung negara.
4. Memiliki panti asuhan tapi hanya membiarkan fotonya terpampang di tembok usang kampung sekitar bukan di media-media ternama.
5. Memberikan kuasa hukum yang hebat demi TKW yang akan dipenggal kepalanya padahal negara diam saja.
6. Diam saja saat no.2 menyatakan rencana mereka utk mendukung Palestina, sementara beliau beberapa tahun lalu sudah memberikan bantuan dana untuk Palestina tanpa diekspos. Kalau dubes Palestina tidak ngomong, sampai hari ini kami pasti tidak akan pernah tahu.
7. Beliau tidak gembar-gemborkan persahabatannya dengan Maradona dan tokoh-tokoh besar lainnya, serta bagaimana rencanamu untuk menyatakan Indonesia bukan hanya akan jadi penonton World Cup, tapi jadi peserta bahkan menjadi tuan rumah World Cup.
8. Tidak mengekspos keberhasilan Beliau membawa Kopassus menjadi pasukan elit yg diakui dunia menduduki posisi ke-3 (versi Discovery Channel Military edisi 2008). Pasukan elit Amerika saja masih di bawah Kopassus.

Jika saja Pak Prabowo mengekspos semua yang dilakuaknya ke media, mungkin akan menaikan citra Beliau. Tetapi yang beredar selama ini justru berita-berita yang menurut saya miring dan cenderung negatif yang diberitakan media-media terhadap dirinya. Sesungguhnya setiap orang punya masalalu yang negatif dan ada pula yang positif. Namun selama ini hampir tidak ada media yang memberitakan hal positif dari Beliau. Semua hanya melihat dari sisi negatif dari beliau. Memang beliau hidup dijaman orde baru, memang beliau menjadi tertuduh dalam tindakan pelanggaran HAM. Tapi apakah tidak diruntut pada saat itu dia sebagai apa? Beliau hanya seorang bawah yang menerima perintah dan melaksanakannya dari atasannya yaitu Jendral yang saat itu menjabat. Setiap masa selalu punya sisi negatif dan positif, begitu pun “Order Baru”. “Orde Baru” memang selama ini mencatatkan catatan buruk, namun dari semua yang buruk-buruk itu tidakkah kita melihat ada yang positif? Pasti ada. Hanya dari sisi manusia kita selalu saja mencari sesuatu yang negatif dari sebuah jaman maupun dari seseorang saja.
Namun terlepas dari itu semua, saya merasa takjub, kagum, bangga masih ada orang seperti beliau, tidak ingin mengekspos semua tindakan baiknya. Sebuah keikhlasan yang belum tentu setiap pemimpin Negara didunia ini yang mau tindakan baiknya tidak di ekspos oleh media.

Oiya sebelum saya dihujat oleh banyak orang akan pendapat saya ini, tulisan ini tidak bermaksud untuk mejatuhkan. Tulisan ini hanya sebuah ketakjuban dari sisi manusia saya, bahwa setiap orang itu pasti punya sisi baik yang kita tidak tau, walaupun banyak rumor yang tidak baik dari orang tersebut.

 

 

Sumber :  http://dwisinjal.wordpress.com/2014/07/08/pilpres-2014-5

                http://www.kaskus.co.id/thread/53bba4680d8b467a538b463b/kebodohan-prabowo/

GAGAL MOVE ON..?? mungkin.. (^_~)

Aku nggak pernah tau apa alasanku suka dengan dia. Awalnya aku hanya mengganggap dia sebagai teman saja. Kami sempat mengobrol yah walupun enggak sering sih. Aku pernah satu kelas dengannya hanya satu semester saja, saolnya semester berikutnya aku harus tinggal kelas.. hahahaha.. malunya harus tinggal kelas. Ada satu kejadian yang mungkin aku enggak akan pernah lupa, yah sampai sekarang sih aku masih inget kejadian itu, tapi aku enggak tau dia ingat atau tidak soal itu.

Kejadian kalau tidak salah ketika berada di sebuah perpustakaan, aku dan teman-teman sedang belajar untuk sebuah UAS saat itu dia belum datang. Yah belajar seadanya sambil menbicarakan beberapa predeksi “soal” apa saja yang kira-kira akan keluar. Saat itu ada seonggok kursi tanpa penghuni di antara meja itu, waktu aku bertanya ke teman yang lain ternyata kursi itu untuk seorang teman kami yang belum datang. Ternyata yang belum datang itu “dia”. Waktu itu aku memaksa untuk duduk karena yang bersangkutan belum tiba. Enggak lama “dia” datang, yah karena kursi itu untuknya ya aku langsung duduk di bawah tuk mempersilahkan dia duduk. Namun dia malah duduk dibawah (lantai), karena kau merasa enggak enak aku juga duduk dibawah. Aku agak lupa siapa yang memulai pembicaraan terlebih dahulu, yang aku ingat ketika itu dia cerita kalau keretanya te laat, dia mengatakan kenapa alasannya kereta te laat. Dan akhirnya kita ngobrol kesana kemari sambil menunggu waktu UAS. Yah cukup lama kami mengobrol. Aku sih merasa senang ketika itu. Mungkin itu hanya sebuah sudut pandang dari sisi diriku saja. Aku enggak tau bagaimana kalau dari sudut pandangnya. Mungkin aku ke Ge-eR-an.

Sebenernya aku juga enggak tau pasti kapan aku mulai menyukai dirinya. Dan akau juga enggak pernah tau kenapa aku bisa suka sama dirinya. Sayangnya, ketika aku menyukai dirinya aku jadi enggak bisa mendekatinya, SAMPAI SEKARANG. Aku enggak tau kenapa hal itu terjadi, mungkn aku seorang pengecut atau mentalku “mental tempe”. Waktu pun berlalu, dia sekarang sudah lulus dan bahkan sudah bekerja, aku?? Hahahhah.. enggak selesai, duh malunya.. makin jiper saja untuk mendekatinya. Mungkin menurutku ada sebuah kesalahan, rasa “suka”-ku terhadap dirinya sudah menjadi sebuah rahasia umum antara aku dan teman-temanku (yang juga temannya). Aku sempat tuk berhenti tuk menyukai dirinya, namun apa daya bukan salah ibu mengandung, aku enggak pernah bisa berhenti. Mungkin kalau teman-temanku baca ini pasti reaksi komentnya “ENGGAK CAPEK MIKIRIN DIA? Atau ENGGAK CAPEK??MASIH AJA?”  aku enggak bisa berhenti mungkin karena aku belum bisa menemukan sosok yang bisa menggetarkan hatiku #eaaa #gombal. Aku akan berhenti kalau dia sudah menikah atau minimal dia sudah punya pacar.. MUNGKIN.. “EGOIS??”  mungkin.. “BODOH??” bisa jadi.. tapi yang jelas aku akui bahwa aku ini orang bodoh, melupakan dirinya saja aku enggak bisa..  []524811_353780374668127_100001085037728_1080174_548714940_n

Celana Yoo Jae Suk “Melorot”

Pada Running Man episode 175, Jae Suk sedikit mengalami sebuah tragedi ketika ia harus menjalankan misi pertamanya.

1456000_649536855089730_518626363_nMisi pertamannya adalah harus bergelantungan di sebuah palang besi, dan harus menjatuhkan lawannya. Kebetulan ketika itu, lawan Jae Suk adalah Suk Jin. Suk Jin yang juga sudah mulai bergelantungan langsung dijepit badannya dengan kaki Jae Suk. Jae Suk berniat untuk menjatuhkan beliau. Ketika itu Suk Jin berpikir untuk menjatuhkan Jae Suk secara bersamaan dengannya. Ketika ia ingin “menangkap” badan Jae Suk, eh tangan Suk Jin malah tidak sengaja menarik celan Jae Suk. Dan eng ing eng.. celana Jae Suk ikut terjun bersama Suk Jin, walhasil yang tersisa hanya Jae Suk dan underwear-nya, seketika itupun tawa pecah. Seluruh member dan stuff pun shock dan tertawa terbahak-bahak.131208 Running Man Episode 175 - Gong Yoo and Park Hee Soon (English Subs)

Ditambah setelah itu Kwang Soo yang satu team dengan Jae Suk berniat untuk menolongnya, namun tiba-tiba dia tidak sengaja jatuh dan hampir menarik underwear Jae Suk, dan tawapun kembali pecah.

Di Episode ini dijamin banyak kejadian kejadian yang akan bikin penonton tertawa terpingkal,. So.. monggo ditonton yang belum sempat nonton, dijamin ngakak..[]

Marry Him If You Dare

Hallo.. hehehhehe.. sekarang saya mau mencoba mengulas sedikit tentang drama korea atau sering disebut K-drama yang berjudul Marry Him If You Dare. Yah walaupun saya baru menonton satu episode sih. Drama ini sebenarnya sudah tayang sejak 14 Oktober lalu dan episode terakhir tayang pada tanggal 3 Desember lalu. Episode drama ini hanya 14 episode saja, durasinya pun hanya berkisaran satu jam lebih sedikit.mirae_50

Drama ini di perankan oleh Yoo Eun Hye, Lee Dong Gun, Jung Hyong Hwa (CNBlue), Han Chae Ah serta Choi Myoung Gil. Yoo Eun Hye disini memerankan sebagai Na Mi Rae seorang yang bekerja di Call Center. Lee Dong Gun berperan sebagai Kim Shin seorang pembaca berita di salah satu stasiun TV. Jung Hyong Hwa berperan sebagai Park Sae Joo seorang VJ / Kameraman baru yang satu kantor dengan Kim Shin. Namun jatidiri dari Park Sae Joo yang sebenarnya adalah cucu dari pemilik stasiun TV dimana Kim Shin bekerja. Han Chae Ah berperan sebagai Soe Yoo Kyung seorang reporter. Choi Myoung Gil berperan sebagai Na Mi Rae dari masa depan, tepatnya tahun 2038.

Marry Him if You Dare menceritakan tentang gadis berumur 32 tahun yang bernama Na Mi Rae yang bermimpin ingin menjadi script writer variety show, namun mimpinya itu belum bisa terwujud, yang akhirnya dia terdamapar di perusahaan Call Center. Suatu hari dia bertemu dengan seorang bibi di sebuah gedung parkir. Usut punya usut bibi itu ternyata adalah dirinya dari masa depan. Na Mi Rae dari masa depan ini ingin menemui Mi Rae yang berada di tahun 2013 dengan maksud ingin merubah takdir hidupnya. Mi Rae dari masa depan datang menggunakan mesin waktu. Ketika awal perjumpaan mereka, Mi Rae tahun 2013 tidak percaya apapun tentang bibi itu, namun dengan adanya beberapa bukti yang ia berikan perlahan Mi Rae percaya. Misi yang dibawa Mi Rae 2038, adalah mencegah pertemuan Mi Rae 2013 bertemu dengan Kim Shin (suami masa depan Mi Rae). Mi Rae 2038 ingin mempertemukan Mi Rae 2013 dengan Park Sae Joo.

Namun nanti dengan sendirinya Mi Rae 2013 bertemu dengan Park Sae Joo. Sebenarnya Park Sae Joo pernah beberapa kali melihat Mi Rae di pulau Jeju. Awalnya dia melihat Mi Rae ketika berada di kolam renang hotel, sedangkan yang kedua ketika Mi Rae yang hampir putus asa ingin bunuh diri ke laut. Namun ternyata Mi Rae tidak bunuh diri, ia berubah pikiran dan malah berenang di laut. Oiya, akhirnya pun Mi Rae bertemu juga dengan Kim Shin secara tak terduga, melalui kecelakaan kecil, mobil Mi Rae menabrak mobil Kim Shin. Terus bagaimana ya kelanjutannya? Apakah Mi Rae masa depan bias merubah hidup Mi Rae masa kini? Mending lebih afdolnya ditonton sendiri.

Drama ini ber-genre Comedy Romantic, yah walaupun saya baru melihat episode yang kesatu saja, menurut saya yang sebagai seorang penonton dan masyarakat awam drama ini dari segi jalan ceritanya bagus. Tetapi tidak tau mengapa rating drama ini tidak pernah mencapai diatas 10%. Paling tinggi drama ini rating-nya hanya mencapai sekitar 9% saja. Meskipun demikian drama ini layak ditonton kok. Selamat Menonton..[]

Running Man EP174

Review Running Man Episode 174

Holla..hello.. wah udah lama saya nggak nulis di blog ini.. tulisan pertama di penghujung tahun, diawal bulan desember tahun 2013. Okeh saya akan mencoba menulis tentang review salah satu variety korea. Yup saya akan me-review Running Man episode 174, siapa sih yang nggak tau soal RM. Para pecinta korea pasti tau tentang variety ini. Oiya, sekali lagi saya beri tau ini review menurut saya lho. Jadi kalau ada beberapa perbedaan pendapat soal review RM Ep 174 saya mohon map sebelumnya.
Okeh, yuk mulai..
Running Man EP174Pas awal-awal member RM muncul itu menarik, tiba-tiba Lee Seung gi muncul, semua member udah pada ngeroyokin doi, pada megang lengannya Seung gi. Tapi kalau diliat di samping hanya Monday couple yang sibuk sendiri, bahkan hanya Jihyo yang memeriksa lengan Gary. Sebenernya yang saya tunggu itu kemunculan Bora “Sistar”. Doi muncul sambil nutup muka, eh pas liat Kwang soo, doi nyebut Kwang ja.. wah Kwang ja udah mulai tenar nih.. hihii.. guest star ketiga ade pengantin baru Han Hye Jin. Pas scene-scene awal menarik menurut saya, belum apa-apa udah ada flying chair, sampai-sampai hampir semua member RM protes. Ternyata misi itu untuk menentukan pembetukkan team, satu team berisikan dua orang. Jaesuk-Hyejin, Kwangsoo-Seunggi, Monday couple, Jongkook-Bora, Sukjin-Haha.
201311290939121115_3Pada episode 174 race-nya Race Number. Nah menurut saya race-nya bagus, karena mereka diminta untuk memecahkan sebuah kode. Mereka dituntuk untuk mencari sebuah lokasi misi dengan bermodalkan nomer-nomer yang di-cap-kan ke tangan mereka. Dalam pencarian lokasi misi sebenarnya seru, namun agak membosankan menurut saya. Biasanya di episode-episode sebelumnya mereka sudah di beri tau lokasinya dan kemudia mereka menyelesaikan misi. Kalau pada episode ini mereka harus mencari lokasinya sendiri, dan petunjuknya hanya angka yang di-cap-kan ketangan mereka. Tapi overall, menghibur untuk penonton. Karena para member harus memutar otak untuk sampai ke lokasi akhir. Selain itu juga ada beberapa kejadian yang tak terduga. Saat Mong-Gae membeli Jeruk, ada seorang bapak-bapak bilang ke mereka “just get married” hahahah.. terus ada juga ketika game melompati hula hoop yang di gelindingkan, Kwang soo selalu menggangu team lain agar misinya gagal, dengan berbagai cara. Dan akhirnya di misi terakhir, mereka harus memasukan sebuah kode nomor ke sebuah ruangan. Dan eng ing eng.. pemenangnya adalah.. yah tonton saja sendiri.. hehheehehhe.. tetepi overall untuk episode ini cukup menghibur.. hhahahah.. semoga episode selanjutnya lebih menghibur dan lebih membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.. hahahah.. Running Man Fighting..!!201311290939121115_2 Running Man EP174 Pic 20

Kejadian yang bikin bingung

Hai hai.. ba’a kabarnyo.. apa kabarnya nih.. udah lama banged ga nyenggol nyenggol nih blog.. bisa lumutan dah kalau ga disenggol senggol, hahaha.. Sebenernya udah pengen nulis postingan baru dari semalem, berhubung semalem ane baru ampe rumah jam sepuluh malem dan mata udah berat bener kaya digantungin beban sepuluh kilo di setiap mata, jadi ga sempet nulis dah. Baru sempet nulis pagi ini deh jadinya.. hehehe.. Sebenernya tulisan ane yang ini lebih tepat ke sebuah cerita kali ye, atau mungkin malah lebih menceritakan sebuah kejadian yang ane alamin kemarin.. Gini ni ceritanya.. cek this out.. (^_^)v..

 
Kemarin itu tanggal 9 February 2013, ade acara wisudanya temen-temen ane. Nah, ane ama temen-temen ane yang laen pada dateng ke acara tersebut untuk mengucapkan selamat karena udah lulus dan wisuda. Kami ga cuma mengucapkan selamat saja, kami juga mengabadikan moment tersebut dengan berfoto bersama dibawah tetesan gerimis hujan. Haripun semakin larut, tetesan gerimispun tak kunjung berhenti, akhirnya kami pun memutuskan untuk berteduh di tenda-tenda yang ada disekitaran gedung wisuda (red. Balairung) sambil duduk sambil berbincang dan ketawe ketiwi (yang wisuda udah pada balik, yang ketawe ketiwi adalah yang ngucapin doang). Nah, pada saat itu ane juga mau cari temen ane yang namanya bang Sat yang kepisah dari rombongan, dikarenakan lagi nyariin Winda (temen OBM ane) yang wisuda juga di hari itu. Setelah ketemu dan foto-foto bareng Winda, Adon en Bang Sat, ane sama bang Sat balik ketempat rombongan yang tadi yang pade ketawe ketiwi.

 
2013-02-10 08.38.31 Pas sampe di tempat tadi, tiba-tiba Baka (Ginanda) bilang ke ane, katanya ane di cariin sama Nike. Pas ane duduk dan bertanya ke Nike “ada apaan?” tiba-tiba ada sebuah kejadian yang bener-bener bikin ane bingung, mong/blank. Kejadiannya adalah tiba-tiba sesosok perempuan berkerudung nan manis berdiri dihadapan ane sambil memegang bunga dan berbicara…..

Eh maap ane potong dulu bentar, sebenernya waktu dia ngomong itu ane agak ga fokus karena bingung maksud semuanya itu apa dan ane hanya ngambil intinya saja sih, eh jangan berpikir yang aneh-aneh dulu ye.. inti yang dia bicarakan ke ane adalah dia mewakili temen-temen ane yang ada disitu bilang bahwa mau dimanapun ane dan mau pergi kemanapun ane masih akan selalu tetap mejadi bagian dari NL’09. Maap ya kalau salah..abis bener-bener ga fokus kemarin. Usut punya usut itu semua otak/dalangnya kayaknya di Nike. Setelah ane mendapatkan penjelasan, ane mengucapakan banyak terimakasih.

Kenapa waktu acara ngasih bunga itu ane bingung, blank/mong karena jujur aja ye, yang tau masalah ane soal tidak melanjutkan kuliah dan memutuskan untuk merencanakan kerja diluar Jakarta hanya beberapa orang aja. Salah satu orangnya ya Nike. Ane emang cerita sama Nike soal rencana kerja di luar Jakarta. Tapi itukan masih rencana, belum pasti, soalnya abang ane masih nanya ane rencana kedepannya mau gimana. Jujur, ane akan cerita kesemuanya kalau bener-bener udah fix bakal kerja di luar Jakarta.
Tapi disis laen pun ane berterimakasih ke temen-temen buat kemarin. Terimakasih bunganya dan terimakasih juga kalian masih menganggap ane jadi bagian dari kalian. Bunga pemberian dari kalian mungkin bisa layu dimakan waktu, tapi ingatan dan hati tidak akan mudah layu dimakan waktu. Sekali lagi ane ucapkan terimakasih karena kalian rela mengganggap ane jadi bagian dari kalian, buat ane itu jauh lebih berharga dari apapun. Thanks, Bedankt, Arigatou.. kalian akan tetap ada di ingatan dan hati ane. Dan Insyaallah pas kalian wisuda nanti, ane usahain datang ke wisuda kalian.

2013-02-10 08.40.00

 

 

 

 

 

 

 

 

Nb: Nama dan tempat kejadian perkara bukan sebuah rekayasa, itu nyata apa adanya.. (^_^)v..
*sorry udah nyatut nama kalian.. dan maaf ga bisa nyebutin satu-satu nama temen-temen yang ada di TKP kemarin..

Batavia di masa JP Coen

Jika kita mendengar sebuah nama “Batavia”, pasti akan teringat kembali saat VOC merebut Jayakarta dari kerajaan Mataram dan mengubah namanya menjadi Batavia. Dalam pembangunan Batavia yang di lakukan oleh JP Coen, ia menginginkan kota Batavia menjadi kantor pusat VOC di Hindia-Belanda. Untuk lebih lanjutnya, yuk simak sejenak tentang sejarah Batavia di era JP Coen..

Ketika awal Coen menjabat sebagai gubenur jendral di Hindia-Belanda, ia sudah mempunyai beberapa rencana untuk menjadikan VOC lebih bagus. Hal pertamaa yang ia lakukan adalah membangun sebuah markas besar VOC yang dapat memenuhi semua keperluan VOC. Menurut Coen, markas VOC yang berada di Banten tidaklah menarik untuk di jadikan sebuah markas besar VOC, karena menurutnya di Banten akan bersinggungan dengan kerjaan Mataram dan orang-orang Cina yang tinggal di sana. Coen tetap memilih wilayah untuk kantor pusat VOC di daerah jawa, alasannya karena mudah untuk distribusi logistik pangan. Kemudian Coen memilih Jayakarta sebagai tempat untuk kantor pusat VOC, karena di Jayakarta terdapat gudang dan Loji VOC yang telah berdiri sejak tahun 1610. Namun pihak kerajaan Mataram tidak menyetujui pembangun yang akan dilakukan oleh VOC, maka terjadilah perang perebutan Jayakarta antara VOC dan Mataram. Pertempuran tersebut dimenangkan VOC, dampak dari peperangan itu Jayakarta porak poranda dan akhirnya di atas puing-puing Jayakarta dibangunlah Batavia pada tanggal 30 mei 1619. Langkah kedua Coen adalah meralisasikan monopoli perdagangan rempah-rempah khususnya pala di Banda.

Ketika diatas puing-puing Jayakarta dibangun, Coen banyak memerlukan budak untuk membangun kota tersebut. Batavia dibangun dekat dengan muara sungai Ciliwung, desain kota yang akan dibangun Coen  menyerupai kota-kota yang berada di Netherland dengan kanal-kanal yang membelah kota dan pohon-pohon rindang di samping kanan dan kirinya. Awalnya sebelum diberi nama Batavia, kota yang di bangun Coen ini bernama New-Hoorn, kemudian diganti menjadi Batavia. Batavia

gerbang benteng kota batavia dengan bastion disetiap sudutnya

dibangun dengan sebuah benteng yang menggunakan batu bata tebal dan di setiap sudutnya dibangun bastion (dinding pertahanan) yang dilengkapi dengan meriam yang menjorok keluar. Bastion tersebut berjumlah empat, dan setiap bastion memiliki nama yang bersalkan dari sebuah batu mulia, seperti bastion Diamant, bastion Robijn, bastion Parrel, dan bastion Saphier. Disekeliling tembok yang melindungi kota, dibagian luarnya juga dibuat sebuah parit.

Pintu gerbang kota ada dua buah, di sebelah utara dan sebelah selatan. Disebelah utara dikenal sebagi Waterpoort dan sebelah selatan dikenal sebagai land poortatau

Amsterdamse Poort

Amsterdamsche poort. Amsterdamsche poort berada di persimpangan antara jalan cenkeh dah jalan tongkol, dan Jalan Nelayan Timur yang berhadapan dengan stadhuis (museum Sejarah Jakarta sekarang). Batavia pada masa itu telah menjadi pusat kegiatan dagang dan pemerintahan VOC, serta sebagai pemukiman bagi orang-orang Belanda. Batavia terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian barat dan timur, bangian barat dihuni oleh orang Portugis, orang Cina dan golongan orang rendahan. Dibagian timur terutama di Tijgergracht (sekarang POS KOTA) dihuni oleh orang-orang kaya dengan rumah yang megah dan halaman yang luas. Pada masa Coen, Batavia menjadi wilayah residentie dan terbagi menjadi tiga daerah, yaitu de Stad en Voorsteden (kota dan kota pelabuhan), Buiten de Stad (luar kota), dan Ommelanden (sekitar batavia). Di luar kota Batavia dihuni oleh orang-orang Jawa, Makasar, Bugis, Ambon, Cina dan lain-lain.

Pada masa William Hermans Deandels kekuasaan Hidia-Belanda yang tadinya di Batavia dipindahkan ke Weltevreden (sekitar Gambir dan lapangan Banteng, di dekat gedung Departemen Keuangan sekarang). Menurut Deandels di Batavia yang terletak di muara sungai Ciliwung lingkungannya tidak sehat. Lingkungan itu tidak sehat karena gaya hidup orang eropa yang jarang mandi dan berpakaian dengan gaya iklim subtropics yang notabene tidak cocok dengan iklim tropis di Batavia.

Sekitar tahun 1628 dan 1629, Coen akan membangun sebuah gerbang untuk melengkapi Batavia. Desain gerbang itu dirancang sendiri oleh Coen, dan gerbang yang akan dibangun Coen sebagai pintu gerbang Batavia tingginya diperkirakan mencapai tujuh meter, namun rencana pembangunna tersebut tak dapat direalisasikan. Karena pada tanggal 4 juni 1629 kapal yang mengangkut bahan dasar pembutan gerbang (balok-balok batu yang terukir) kandas dan karam karena menerjang sebuah karang di lepas pantai Australia Barat. Pada tahun 1963, seorang nelayan tidak sengaja menemukan bangkai kapal yang karam tersebut, dan balok-balok batu yang ikut karam dapat diangkat dan direkonturksi ulang oleh pemerintahan Australia. Ketika pada tahun 1979 balok terakhir dapat diangkat, dan dipasangkan pada tempatnya, maka terbentuklah wajah gerbang Batavia yang akan dibangun oleh Coen. Gerbang tersebut sekarang berada di Ruang Batavia di museum Maritim

Gerbang Batavia yang akan dibangun JP Coen

Frementale, Australia Barat. Namun, pemerintah Indonesia mencoba meminta replika gerbang tersebut untuk dibawa ke Jakarta. Namun hingga saat ini belum terdengar lagi apakah sudah mendapatkan replika tersebut atau belum.

Semoga tulisan di atas berkenan dan menambah pengetahuan sejarah kita.

 

 

 

sumber : jakarta.go.id, http://www.multiplay.soeryasenja.com dan berbagai sumber lainnya.