Kisah secangkir Kopi asin

Beberapa waktu lalu gw dikirimi sebuah message via Facebook oleh kakak ipar gw (istrinya abang gw) yg tinggal di Medan. Nah, gw baca message itu, ga taunya message itu berupa sebuah kisah yg sangatlah menarik buat gw. Gw cerita dikit dah buat prolognye, okeh gini cerita pendeknya “bermula dari sebuah pesta, dipesta itu pasti ada muda mudi yg berpakaian modis, nah ada seorang pemuda yg kalau dilihat lumayan gantenglah sedang memperhatikan seorang gadis cantik yg ada didepanya. Ia kemudian mencoba memberanikan dirinya untuk mengajak si gadis berbicara, dengan alasan mengajak gadis tersebut pergi kesebuah coffee shop yg ada di pojokkan jalan.” Nah kira-kira si gadis tersebut mau atau ga ya di ajak ke coffee shop? Nah, daripada daripada penasaran.. mending dibaca dan disimak kisahnya berikut, cek kodot!!

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.

Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa. dan setelah sekian lama tidak ada pembicaraan, si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “Kita pulang aja yuk…?”

Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji,
“Bisa minta garam buat kopi saya?”
Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali!
Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya,
“Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?”
Si pria menjawab,
“Ketika aku kecil, aku tinggal di daerah pantai dekat laut,
aku suka bermain di laut,
aku dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit,

sama seperti kopi asin ini….
Dan setiap aku minum kopi asin,
aku selalu ingat masa kanak-kanakku,
ingat kampung halaman,
aku sangat rindu kampung halamanku,
kangen orang tua yang masih tinggal di sana…”

Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.

singkat cerita,
Mereka akhirnya menikah. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat peduli …
betul-betul seseorang yang sangat baik
dan si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!

Untung ada kopi asin!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah,
setelah sang putri menikah dengan sang pangeran, mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.

Setelah puluhan tahun menikah, sang suami meninggal dunia,
dan meninggalkan sepucuk surat untuk istrinya.
Setelah pemakaman suaminya, sang istri membuka surat dari suaminya.
Dan seperti inilah isinya :

” Istriku tercinta, mohon maafkan aku.
Seumur hidup, aku sangat mencintai dan jujur kepadamu.
Namun ada satu kebohongan yang aku simpan
dan baru sekarang kuceritakan kepadamu…

… tentang kopi asin…

Ingat sewaktu kita pertama kali bertemu ?
Aku sangat gugup waktu itu,
sebenarnya saat itu aku ingin minta gula

tapi malah berkata garam.
Sulit sekali bagiku untuk merubahnya
karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman,
jadi aku maju terus.

Aku tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita!
Aku mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini,
tapi aku terlalu takut melakukannya,
karena aku telah berjanji untuk tidak membohongimu
untuk suatu apa pun….

Sekarang aku telah tiada,
aku tidak takut apa-apa lagi
jadi aku katakan padamu yang sejujurnya,

…aku tidak suka kopi asin,
betul-betul aneh dan rasanya tidak enak….

Tapi aku selalu dapat kopi asin
seumur hidupku sejak bertemu denganmu,
dan aku tidak pernah sekalipun menyesal
untuk segala sesuatu yang aku lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku.

Bila aku dapat hidup untuk kedua kalinya,
aku tetap ingin bertemu kamu lagi
dan memilikimu seumur hidupku,

meskipun aku harus meminum kopi asin itu lagi…”

Air mata si gadis mengalir, surat yang dibacanya basah oleh air mata.
Sejak saat itu, setiap kali membuat kopi, dia tidak pernah menambahkan gula ke dalamnya. Tapi garam, seperti kopi yang selalu diberikan pada suaminya. Dan setiap kali ada orang yang bertanya padanya, “bagaimana rasanya minum kopi pakai garam?”

Si gadis pasti menjawab, sambil tersenyum
“Rasanya manis…”

Kadang kita merasa sudah mengenal seseorang jauh lebih baik dari orang lain di sekitarnya. Ada orang-orang yang ketika kita mengenal A sampai Z kepribadiannya, kita terpukau pada awalnya, namun seiring dengan berjalannya waktu, makin pudarlah kekaguman kita. Namun ada pula yang ketika kita mengenal ABCD jalan hidupnya, kita tak tertarik pada awalnya. Namun semakin kita mengeja pelan-pelan abjad perjalanannya, tenggelamlah kita dalam kekaguman. Yang dalam.

Nah, gimana ceritnya tadi… SERRUU!! Kan..

Mantap dah pokoknya. Sebelum cerita ini di message-kan via fb, sebenarnya ada cerita tentang gw, abang gw beserta istrinya. Dulu sekitar taon 2007, gw sempet pergi ke Medan selama 3 bulan, itupun karena Abang gw minta gw kesana sekalian gw refresing. Nah, tadinya kakak ipar gw a.k.a istri abang gw lagi kerja di Jogja, tapi ga lama kakak ipar gw balik ke Medan. Jujur aja, gw ini orangnya agak susah beradaptasi dengan orang baru. Akhirnya bener kejadian, bagi gw yg punya sifat ga ngomong dengan orang laen adalah hal yg menurut gw sudah biasa tapi mungkin menurut ipar gw bukan suatu yg biasa. Gw ga pernah merasa punya masalah dengan ipar gw, tp ipar gw merasa ada hal yg beda. Akhirnya di sautu malam abang gw ngumpulin kita bertiga untuk mencari penyelesaiannya, yah emang sih mungkin waktu itu gw emang salah ga pernah ngobrol dengan ipar gw, jd kesannya gw ga ngehargain ipar gw. Tapi itu udah jadi bagian masa lalu, sekarang sih gw dengan ipar gw bisa ngobrol kok.. buat gw semua itu perlu proses, ya memang prosesnya agak lama juga, hehheheh.. Maap yah mba, soal yg dulu-dulu.. heehehheheeh… Tos dulu dong biar kaga slek lagi liat hahahaah.. *Gubrak gubrak… lah knp mbak? Masa diajak tos aja jatuh.. hahahhahaha…* becande gw mba.. heheeh..

BTW mianal aizin walfaizin ye mba’’!!

Oiye.. yg udah pada baca kisah di atas tolong komen ya!! (sok bgd c, emang ada yg baca)..

Yang penting Optimis dulu aja.. heheheh…

9 thoughts on “Kisah secangkir Kopi asin

  1. mbak,e berkata:

    hehe bukan kmuja yg slh, mb juga koq, mb jg mint maap y
    btw ada yg ngeganjal sh slama ini
    mb blh nany kan?
    tp jgn bt, n mrh ya dk…kalo gak mo jwb jg gak apa2 kok
    gini,knp sh wkt leb 2009, wkt k wngr km bs brubh drastis gt?…
    awalny mb bingung lo…

  2. hahaha.. klo bingung pegangan j maba.. hahhaha..
    semuanya itu perlu proses mba, aku sbrnnya orangnya agak susuh menerima orang baru di keluarga, yah jadi butuh proses yg lama untuk nerima semuanya..
    trs aku juga ga mau begitu trs, karena aku juga ga mau pas nanti aku punya sebuah keluarga dan jika ada slah satu keluarga dari istri ku ngediemin aku. kau ga mw kena karma mba,.
    tp bisa aja sih itu terjadi.. kan aku prnah ngecewain plus ngediemin mba..
    hehehhe..
    maap y mba soal yg kmrn2..
    hahahahha..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s