Semester Suram

Baru kali ini penulis mengalami semester suram, baik dalam pelajaran kuliah dan testnya. Menjalani semester ini berbeda dari semester ketika penulis baru saja menjadi seorang mahasiswa. Ketika awal masuk menjadi mahasiswa penulis sebenarnya tidak begitu betah dengan jurusannya, yah wajar saja waktu itu penulis tidak belajar dengan benar dan yah akhirnya pun mendapat imbasnya yaitu tidak lulus di matakuliah pokok jurusan dan harus mengulang tahun berikutnya bersama dengan anak baru. Singkat cerita, penulis pun mengulang matakuliah pokok tersebut, dan akhirnya penulis menjalani dengan penuh semangat agar lulus mata kuliah itu. Ternyata penulis tidak hanya semangat kuliah tetapi penulis pun mendapatkan teman baru yang satu visi dengan penulis. Penulis bersama dengan teman-teman baru pun berjuang hingga akhirnya bisa naik ketingkat selanjutnya.

Di semester dan tingkatan yang baru ini, terjadi pengacakan kelas, kemudian penulis tidak sekelas dengan teman yang sering membantu dan mengajari penulis tentang matakuliah pokok tersebut. Awalnya penulis menjalaninya tanpa beban, tapi setelah berjalannya waktu, ternyata penulis baru sadar telah kehilangan teman yang sering membantu penulis. Sebut saja nama yang sering membantu penulis “Alvian” (nama disamarkan). Belajar penulis pun semakin kacau dan semrawut, bahkan ketika test per-bab saja sudah mulai nge-blank dan nilai testnya pun amburadul, tidak sesuai yang diharapkan penulis. Penulis merasa semester ini semester suram, setelah diruntut lagi masalah penulis adalah penulis sudah tidak mulai belajar intens seperti ketika mengulang matakuliah pokok dan tidak ada yang membimbing penulis baik dalam speaking dan writing.

Semester ini penulis lebih banyak main dari pada belajar, padahal penulis berharap sekali agar lulus disemester ini, penulis sudah tidak mau lagi mengulang matakuliah ini, penulis ingin lulus kuliah tepat waktu. Ingin lulus bersama teman-teman terkasih, dan bisa wisuda bersama-sama. Sedangkan semester ini terus berjalan dan tidak lama lagi akan masuk minggu-minggu uas, yah sekitar tiga minggu lagi belajar aktifnya. Selama waktu yang tersisa ini sepertinya penulis harus menekan rasa untuk main dan memperbanyak belajar. Penulis pun sangad berharap semester ini bisa lulus dan lanjut ketingkat berikutnya. Emak, babeh dan teman-teman semua mohon do’anya yah, semoga penulis tidak perlu mengulang semester ini. “Ya RABB, semoga saya bisa lulus semester ini, saya tidak mau membikin kecewa emak dan babeh,. AMIN”.

6 thoughts on “Semester Suram

  1. Amin!!! semangat pell..

    ama kayaknya penyebutan penulis diatas terkesan kaku deh
    enakan pake kata “saya” atau “gw” aja sekalian, jadi bacanya lebih santai..
    #sekedar saran

  2. Semangat pell..
    “man jadda wa jadda”
    barang siapa bersungguh-sungguh akan sesuatu, pasti akan mendapatkan apa yang diusahakannya
    keep bloging mate!🙂

  3. pee berkata:

    untung namanya “disamarkan” yaa, jd ngga akan ketahuan kalau orang begitu tampan dan bersahaja. ahahhaha.
    Satu pertanyaan nih pel: gambar telapak tangan yg lg doa itu TANGAN lo pel?? :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s