Mencoba berdamai dengan masa lalu

Mungkin semua orang akan berkata tentang masa lalunya seperti ini “Itu semua hanya masa lalu, sudahlah sebaiknya kita melupakannya, yang berlalu biarlah berlalu”. Kebanyakan orang pasti akan berkata seperti itu, aku pun juga akan mengatakan tentang masa lalu ku seperti itu. Tetapi semakin aku pikir lagi seharusnya aku tidak berkata seperti itu, seharusnya aku tidak melupakan masa lalu karena menurutku masa lalu juga penting, kenapa penting? Sebab jika kita melupakan masa lalu maka tidak akan ada yang namanya masa depan, itu menurut ku. Tapi bagaimana ya jika masa lalu itu adalah masa lalu yang sangat tidak mengenakan untuk diingat dan harus dilupakan. Apakah tidak boleh dilupakan jua? Menurut hematku, bukan lantas melupakan masa lalu yang pahit tetapi harus bisa berdamai dengan masa lalu tersebut. Agar bisa menjadi sebuah pelajaran untuk yang akan datang, agar kita juga tidak melalukan kesalahan yang sama di masa lalu.Aku mempunyai sebuah cerita masa lalu ku, yang seharusnya aku berdmai dengannya, tetapi aku agak sulit berdamai dengan masa lalu ku itu.

Aku pernah menyukai seorang perempuan yang menurutku ia cantik menarik, aku baru pertama kali melihatnya dan kemudian aku suka dengannya. Aku berusaha untuk mencari apapun kesukaannya, baek bertanya dengan teman-temannya. Sebut saja ia Bunga, aku bahkan tidak menyukai selera film, lagu-lagu yang ia suka tetapi aku paksakan untuk suka, aku juga mencari tau bagaimana sih tipe laki-laki yang ia suka, bahakan sempat aku tidak menjadi diriku sendiri. Aku waktu itu adalah orang yang tidak bisa memendam rasa, pokonya harus curhat ke orang. Sampai-sampai aku salah curhat, dan akhirnya pun berita bahwa aku suka kepada Bunga menyebar luas bahkan sampai ketelinga Bunga. Singkat cerita, aku pun akhirnya bilang kepada Bunga kalau aku suka kepadanya. Mungkin waktu itu aku berpikir pendek, soalnya menerutku aku udah terlanjur basah dan pikirku ya sudahlah mandi saja sekalian, udah nanggung dan akhirnya aku mutuskan mengatakan hal itu.

Setelah aku mengatakan hal itu semua berjalan seperti biasanya, berjalan normal menurutku. Sampai suatu hari aku mendengar kabar yang tidak mengenakan hati dan membuat sakit hati, kabar itu tentang Bunga. Awalnya aku tidak bisa terima kabar itu tapi aku juga berusaha untuk instrospeksi diri dan akhirnya aku menerima dengan lapang dada kabar tersebut.  Kemudian aku berusaha untuk melupakannya dan berjanji untuk tidak menyukainya. Hari pun terus berganti dan berlalu, aku pun berusa melupakan bunga dengan mencari sosok yang lebih baik darinya. Sempat aku tertarik dengan beberapa perempuan tetapi aku tidak mendapatkan seseuatu yang special, tidak ada getaran-getaran atau setruma-struman yang ada dihati. Sangat berbeda ketika aku tertarik dengan Bunga

Sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang perempuan yang menurtku sangat muslimah. Sebut saja ia Kenanga. Kenanga adalah temanku, aku dan Kenanga adalah temen ngobrol, kami membicarakan apa aja, dan bahkan aku pun sering bercanda dengannya, sampai-sampai temen-temenku bilang kalau aku suka terhadap Kenanga. Bahkan ada salah seorang temanku yang menyurhku untuk menyatakan cinta. Aku tidak mau menggurbris perkataan mereka, tapi lama-kelamaan aku pun tertarik dengannya. Tetapi aku masih belum merasakan rasa deg-degan kalau ada didekatnya, aku juga tidak tau kenapa. Apa aku masih berharap kepada Bunga? Tidak aku tidak berharap dengannya lagi, tetapi ada hal yang aneh dengan diriku. Setiap aku melihat sekilas statu dijejaring social milik bunga, sebenernya aku tidak mau memmbacanya tetapi dorongan untuk membaca itu sangat kuat dan akhirnya pun aku terpaksa membacanya. Dan anehnya, rasa deg-degan itu ada ketika aku membaca. Kadang aku berpikir ‘ya sudahlah itu bukan urusan ku, dan tidak seharusnya aku membacanya’.

Mungkin aku sebaiknya benar-benar berdamai denagn masa lalu ku, agar aku bisa tidak merasakan hal yang aku rasakan ketika semua berhubungan dengan bunga. Aku harus bisa tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya jika aku ingin kenanga bisa menjadi penyebuh luka ku yang telah lama. Aku berharap aku bisa berdamai dengan masa laluku yang kelam dan menyakitkan.

2 thoughts on “Mencoba berdamai dengan masa lalu

  1. Alvian Aviantara berkata:

    Jadi sekarang milihnya yang mana ‘bunga’ apa ‘kenanga’??
    Hari gini jangan labil lagi pel.. hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s