GAGAL MOVE ON..?? mungkin.. (^_~)

Aku nggak pernah tau apa alasanku suka dengan dia. Awalnya aku hanya mengganggap dia sebagai teman saja. Kami sempat mengobrol yah walupun enggak sering sih. Aku pernah satu kelas dengannya hanya satu semester saja, saolnya semester berikutnya aku harus tinggal kelas.. hahahaha.. malunya harus tinggal kelas. Ada satu kejadian yang mungkin aku enggak akan pernah lupa, yah sampai sekarang sih aku masih inget kejadian itu, tapi aku enggak tau dia ingat atau tidak soal itu.

Kejadian kalau tidak salah ketika berada di sebuah perpustakaan, aku dan teman-teman sedang belajar untuk sebuah UAS saat itu dia belum datang. Yah belajar seadanya sambil menbicarakan beberapa predeksi “soal” apa saja yang kira-kira akan keluar. Saat itu ada seonggok kursi tanpa penghuni di antara meja itu, waktu aku bertanya ke teman yang lain ternyata kursi itu untuk seorang teman kami yang belum datang. Ternyata yang belum datang itu “dia”. Waktu itu aku memaksa untuk duduk karena yang bersangkutan belum tiba. Enggak lama “dia” datang, yah karena kursi itu untuknya ya aku langsung duduk di bawah tuk mempersilahkan dia duduk. Namun dia malah duduk dibawah (lantai), karena kau merasa enggak enak aku juga duduk dibawah. Aku agak lupa siapa yang memulai pembicaraan terlebih dahulu, yang aku ingat ketika itu dia cerita kalau keretanya te laat, dia mengatakan kenapa alasannya kereta te laat. Dan akhirnya kita ngobrol kesana kemari sambil menunggu waktu UAS. Yah cukup lama kami mengobrol. Aku sih merasa senang ketika itu. Mungkin itu hanya sebuah sudut pandang dari sisi diriku saja. Aku enggak tau bagaimana kalau dari sudut pandangnya. Mungkin aku ke Ge-eR-an.

Sebenernya aku juga enggak tau pasti kapan aku mulai menyukai dirinya. Dan akau juga enggak pernah tau kenapa aku bisa suka sama dirinya. Sayangnya, ketika aku menyukai dirinya aku jadi enggak bisa mendekatinya, SAMPAI SEKARANG. Aku enggak tau kenapa hal itu terjadi, mungkn aku seorang pengecut atau mentalku “mental tempe”. Waktu pun berlalu, dia sekarang sudah lulus dan bahkan sudah bekerja, aku?? Hahahhah.. enggak selesai, duh malunya.. makin jiper saja untuk mendekatinya. Mungkin menurutku ada sebuah kesalahan, rasa “suka”-ku terhadap dirinya sudah menjadi sebuah rahasia umum antara aku dan teman-temanku (yang juga temannya). Aku sempat tuk berhenti tuk menyukai dirinya, namun apa daya bukan salah ibu mengandung, aku enggak pernah bisa berhenti. Mungkin kalau teman-temanku baca ini pasti reaksi komentnya “ENGGAK CAPEK MIKIRIN DIA? Atau ENGGAK CAPEK??MASIH AJA?”  aku enggak bisa berhenti mungkin karena aku belum bisa menemukan sosok yang bisa menggetarkan hatiku #eaaa #gombal. Aku akan berhenti kalau dia sudah menikah atau minimal dia sudah punya pacar.. MUNGKIN.. “EGOIS??”  mungkin.. “BODOH??” bisa jadi.. tapi yang jelas aku akui bahwa aku ini orang bodoh, melupakan dirinya saja aku enggak bisa..  []524811_353780374668127_100001085037728_1080174_548714940_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s