Keikhlasan

Pesta demokrasi untuk Indonesia hari ini telah digelar.. pesta demokrasi untuk pemilihan Presiden Indonesia untuk masa jabatan lima tahun kedepan. Dua pasang kandidat calon Presiden dan Wakil Presiden telah dilakukan pemilihan pagi hingga siang tadi. Sekarang pun masih dalam penghitungan surat suara hingga ditetapkan siapakah Presiden yang akan memimpin Negara ini lima tahun kedepan. Perhitungan quick count tengah berlangsung, yang menurut saya yang disiarkan dari media-media agak berbeda. Dari quick count di beberpa media, kubu nomor satu yang unggul, sedangkan di media lain kubu no dua yang lebih unggul. Bahkan tadi saya sempat mendengar bahwa pemilihan di luar negeri khususnya di Den Haag Capres nomor urut dua menang telak.

Mari sejenak tinggalkan perhitungan cepat hasil pemilihan Presiden dan Wakilnya untuk Indonesia. Ketika masa kampanye, marak sekali pemberitaan pemberitaan yang sedikit mengganggu. Baik berita buruk yang di sebar untuk menjatuhkan citra Capres dan Cawapres yang akan dipilih. Baik itu untuk nomor urut satu ataupun dua. Namaun, menurut saya yang berperang justrulah media-media yang berada dibalik kedua pasang Capres tersebut. Tapi itu sudah berlalu, saya tidak akan menulis tentang itu.

Tadi saya baru saja membaca sebuah tulisan yang justru membuat saya tercengan takjub, kok ada ya orang seperti ini.. yah walaupun di tulisan itu dikatakan salah satu Cawapres dikatakan melakukan suatu “kebodohan” dalam tindakannya. Cawapres itu yah sebut saja namanya Pak Prabowo. Tapi menurut saya justru apa yang dilakukan oleh pak Prabowo bukan sebuah “kebodohan” melainkan sebuah keikhlasan. Kenapa saya menyebutkan sebuah keikhlasan..

Berikut apa-apa saja yang dilakukan oleh Pak Prabowo

1. Diam saja saat dihina & difitnah oleh jendral2 tua, padahal bukan kau pelakunya.
2. Mendirikan asrama untuk pelatihan nelayan, peternak dan petani tapi tidak minta diekspos oleh media.
3. Membeli bisnis perusahaan kertas raksasa namun pailit yang berpotensi kerugian hingga 1 Trilyun hanya agar kerugian tidak ditanggung negara.
4. Memiliki panti asuhan tapi hanya membiarkan fotonya terpampang di tembok usang kampung sekitar bukan di media-media ternama.
5. Memberikan kuasa hukum yang hebat demi TKW yang akan dipenggal kepalanya padahal negara diam saja.
6. Diam saja saat no.2 menyatakan rencana mereka utk mendukung Palestina, sementara beliau beberapa tahun lalu sudah memberikan bantuan dana untuk Palestina tanpa diekspos. Kalau dubes Palestina tidak ngomong, sampai hari ini kami pasti tidak akan pernah tahu.
7. Beliau tidak gembar-gemborkan persahabatannya dengan Maradona dan tokoh-tokoh besar lainnya, serta bagaimana rencanamu untuk menyatakan Indonesia bukan hanya akan jadi penonton World Cup, tapi jadi peserta bahkan menjadi tuan rumah World Cup.
8. Tidak mengekspos keberhasilan Beliau membawa Kopassus menjadi pasukan elit yg diakui dunia menduduki posisi ke-3 (versi Discovery Channel Military edisi 2008). Pasukan elit Amerika saja masih di bawah Kopassus.

Jika saja Pak Prabowo mengekspos semua yang dilakuaknya ke media, mungkin akan menaikan citra Beliau. Tetapi yang beredar selama ini justru berita-berita yang menurut saya miring dan cenderung negatif yang diberitakan media-media terhadap dirinya. Sesungguhnya setiap orang punya masalalu yang negatif dan ada pula yang positif. Namun selama ini hampir tidak ada media yang memberitakan hal positif dari Beliau. Semua hanya melihat dari sisi negatif dari beliau. Memang beliau hidup dijaman orde baru, memang beliau menjadi tertuduh dalam tindakan pelanggaran HAM. Tapi apakah tidak diruntut pada saat itu dia sebagai apa? Beliau hanya seorang bawah yang menerima perintah dan melaksanakannya dari atasannya yaitu Jendral yang saat itu menjabat. Setiap masa selalu punya sisi negatif dan positif, begitu pun “Order Baru”. “Orde Baru” memang selama ini mencatatkan catatan buruk, namun dari semua yang buruk-buruk itu tidakkah kita melihat ada yang positif? Pasti ada. Hanya dari sisi manusia kita selalu saja mencari sesuatu yang negatif dari sebuah jaman maupun dari seseorang saja.
Namun terlepas dari itu semua, saya merasa takjub, kagum, bangga masih ada orang seperti beliau, tidak ingin mengekspos semua tindakan baiknya. Sebuah keikhlasan yang belum tentu setiap pemimpin Negara didunia ini yang mau tindakan baiknya tidak di ekspos oleh media.

Oiya sebelum saya dihujat oleh banyak orang akan pendapat saya ini, tulisan ini tidak bermaksud untuk mejatuhkan. Tulisan ini hanya sebuah ketakjuban dari sisi manusia saya, bahwa setiap orang itu pasti punya sisi baik yang kita tidak tau, walaupun banyak rumor yang tidak baik dari orang tersebut.

 

 

Sumber :  http://dwisinjal.wordpress.com/2014/07/08/pilpres-2014-5

                http://www.kaskus.co.id/thread/53bba4680d8b467a538b463b/kebodohan-prabowo/

One thought on “Keikhlasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s